Contextual Learning and Teaching
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita ucapkan atas kehadirat Allah S.W.T,
yang mana atas rahmat dan karunia-Nya kita masih diberikan kesempatan untuk
hidup dan masih di izinkan untuk menikmati dan melihat keindahan ciptaan-Nya.
Shalawat beserta salam marilah kita kirimkan kepada
nabi kita Muhammad S.A.W, yang mana beliau telah membawa umatnya dari zaman
kebodohan menuju zaman yang penuh ilmu pengetahuan seperti sekarang ini.
Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada
dosen mata kuliah Model Pembelajaran, yang telah memberikan ilmunya sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah yang menjadi pembahasan kami ini. Dan
apabila makalah ini masih kurang sempurna, penulis meminta kritik dan saran
kepada pembaca. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua
Alauddin,
10 April 2016
Penulis
i
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR..................................................................................
i
DAFTAR ISI................................................................................................
ii
BAB I
PENDAHULUAN............................................................................
1
A.
Latar Belakang..................................................................................
1
B.
Rumusan
Masalah.............................................................................
2
C.
Tujuan……………………………………………………………... 2
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................
3
A.
Pengertian Contextual Teaching and Learning.................................
3-4
B.
Alasan Penggunaan CTL Untuk Siswa…………………………….
4-5
C.
Konsep Dasar CTL………………………………………………… 5-6
D.
Komponen-Komponen CTL………………………………………..
6-8
E.
Prinsip-Prinsip CTL………………………………………………...
8-9
F.
Pola/Skenario CTL………………………………………………….
9-10
BAB II PENUTUP.......................................................................................
11
A.
Kesimpulan.......................................................................................
11
B.
Saran………………………………………………………………. 11
DAFTAR
PUSTAKA……………………………………………………... 12
ii
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Ketika
kita membicarakan tentang pendidikan, kita merasa bahwa kita sedang membicarakan
permasalahan yang kompleks dan sangat luas. Mulai dari masalah peserta didik,
pendidik/guru, manajemen pendidikan, kurikulum, fasilitas, proses
belajar mengajar, dan lain sebagainya. Salah satu masalah yang banyak
dihadapi dalam dunia pendidikan kita adalah lemahnya kualitas proses
pembelajaran yang dilaksanakan guru disekolah. Dalam proses pembelajaran di
dalam kelas hanya diarahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi;
otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa
dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannya
dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya banyak peserta didik yang ketika lulus
dari sekolah, mereka pintar secara teoritis, akan tetapi mereka miskin aplikasi.
Makalah
ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas kelompok dari mata kuliah Model Pembelajaran
pada semester enam (6) Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Kelas 9 dan 10. Kami
sadar bahwa makalah ini masih mempunyai banyak kekuarangan. Oleh karena itu,
kritik dan saran sangat kami perlukan agar ias lebih baik lagi.
Dalam
makalah ini akan dibahas pengertian Contextual Teaching and Learning (CTL), alas
an penggunaan CTL, konsep dasar CTL, komponen-komponen CTL, prinsip-prinsip CTL
dan pola/sekenario CTL. Dimana semua hal yang telah disebutkan diatas merupakan
hal yang penting dalam dunia pendidikan dalam model pembelajaran menggunakan
CTL.
1
2
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang yang telah disebutkan diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam
makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa
yang dimaksud dengan Contextual Teaching and Learning?
2. Mengapa
menggunakan CTL?
3. Apa
konsep dasar dari CTL?
4. Apa
saja komponen-komponen CTL?
5. Apa
prinsip dari CTL?
6. Bagaimana
pola/skenario dari CTL?
C.
Tujuan
1.
Untuk memahami pengertian dari
Contextual Teaching and Learning
2.
Untuk mengetahui alasan penggunaan CTL
untuk siswa
3.
Untuk mengetahui konsep dasar CTL
4.
Untuk mengetahui komponen-komponen CTL
5.
Untuk mengetahui prinsip-prinsip CTL
6.
Untuk memahami pola/skenario dari CTL
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Contextual Teaching and Learning
Secara etimologi kata
kontekstual (contextual) berasal dari kata context yang berarti
hubungan, konteks, suasana dan keadaan. Sedangkan Teaching dan Learning dapat
diartikan pembelajaran dan pengajaran. dapat diartikan sebagai suatu
pembelajaran yang berhubungan dengan suasana tertentu. Secara umum contextual
mengandung arti : Yang berkenan, relevan, ada hubungan atau kaitan langsung,
mengikuti konteks; Yang membawa maksud, makna, dan kepentingan. Adapun secara
terminologi adalah proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu
siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mangaitkannya terhadap konteks
kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga
siswa memiliki pengetahuan/ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk
mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.
Menurut Kunandar (2010:295) dalam The wagshinton state konsoritium for contextual teaching and
learnig mengartikan pembelajaran kontekstual adalah pengajaran yang
memungkinkan peserta didik memperkuat, memperluas dan menerapkan keterampilan
akademisnya dalam berbagai latar sekolah dan diluar sekolah untuk memecahkan
seluruh persoalan yang ada dalam dunia nyata. Pembelajaran kontekstual menjadi
ketika peserta didik menerapkan dan mengalami apa yang diajarkan dengan mengacu
pada masalah-masalah ril yang berasosiasi dengan peranan dengan tanggung jawab
mereka sebagi anggota keluarga, masyarakat, peserta didik dan selaku pekerja.
3
4
CTL (Contextual
Teaching and Learning) merupakan suatu proses
pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami
makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi
tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi,
sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan
yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan
ke permasalahan lainnya.
CTL (Contextual Teaching and Learning) adalah
sebuah konsep pembelajaran yang membantu guru mengkaitkan antara materi
yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong pemelajar
membuat hubungan antara materi yang diajarkannya dengan penerapannya dalam
kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
B.
Alasan Penggunaan CTL
Dari penjelasan mengenai pengertian Contextual
Teaching and Learning di atas yang perlu kita fahami tentang CTL(contextual
teaching and learning) kontekstual menekankan kepada proses keterlibatan
langsung siswa untuk menemukan materi, artinya proses belajar di orientasikan
pada proses pengalaman secara langsung. Proses belajar dalam konteks ini tidak
mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran, akan tetapi proses mencari
dan menemukan sendiri materi pembelajaran. CTL mendorong agar siswa dapat
menemukan hubungan antara materi yang di pelajari dengan situasi kehidupan
nyata, artinya siswa di tuntut untuk dapat menangkap hubhngan antara pengalaman
belajar di sekolah dengan kehidupan nyata.
Alasan digunakan model pembelajaran CTL adalah:
a. Belajar
akan lebih bermakna jika anak “mengalami” apa yang dipelajari bukan hanya
“menghafalkan”.
5
b. Strategi
pembelajaran tidak hanya menuntut siswa menghafalakan fakta, konsep,
generalisasi, tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa untuk
mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri.
c. Memperbaiki
kebiasaan sehari-hari dalam PBM, yaitu dari siswa dipaksa menerima dan
menghafal kearah strategi pembelajaran yang berpihak dan memberdayakan siswa.
C.
Konsep Dasar CTL
Dari penjelasan
mengenai pengertian dan alasan penggunaan CTL, adapun yang menjadi konsep dasar dan kerakteristik dari Contextual Teaching and
Learning (CTL) ada tiga hal yang kita harus pahami yaitu sebagai berikut:
1. Contextual Teaching and Learning (CTL) menekankan
kepada proses ketelibatan peserta didik untuk menemukan materi, artinya
proses belajar diorentasikan pada proses pengalaman secara langsung. Proses
belajar dalam Contextual Teaching and Learning (CTL) tidak mengharapkan
agar peserta didik hanya menerima pelajaran, akan tetapi proses mancari dan
menemukan sendiri materi pelajaran.
2. Contextual Teaching and Learning (CTL) mendorong
agar peserta didik dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari
dengan situasi kehidupan nyata, artinya peserta didik dituntut untuk dapat
menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan
nyata. Hal ini sangat penting, sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang
ditemukan dengan kehidupan nyata, bukan saja bagi peserta didik materi itu akan
bermakna secara fungsional akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam
erat dalam memori peserta didik, sehingga tidak akan mudah dilupakan.
6
3. Contextual Teaching and Learning (CTL) mendorong peserta
didik untuk dapat menerapkanya dalam kehidupan, artinya Contextual Teaching
and Learning (CTL) bukan hanya mengharapkan peserta didik dapat memahami
materi yang dipelajarinya, akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat
mewarnai dalam kehidupan sehari-hari. Materi pelajaran dalam Contextual Teaching
and Learning (CTL) bukan untuk ditumpuk di otak dan kemudian dilupakan akan
tetapi bekal mereka dalam mengarungi kehidupan nyata.
D.
Komponen-komponen CTL
Menurut Sanjaya
(2009:264-268), Asas-asas yang melandasi pelaksanaan pembelajaran Contextual
Teaching and Learning. Seringkala asas ini disebut juga komponen-komponen Contextual
Teaching and Learning adalah:
1.
Konstruktivisme
Konstruktivisme adalah proses membangun atau
menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman.
Filsafat konstruktivisme yang mulai digagas oleh Mark Baldawin dan dikembangkan
dan diperdalam oleh Jean Piaget menganggap bahwa pengetahuan itu
terbentuk bukan dari objek semata, tetapi juga dari kemampuan individu sebagai
subjek yang menangkap setiap objek yang diamatinya.
2.
Inkuiri
Inkuiri artinya proses pembelajaran didasarkan
pada pencaian dan penemuan melalui proses berfikir sistematis. Pengetahuan
bukanlah sejumlah fakta hasil dari mengingat, akan tetapi hasil dari proses
menemukan sendiri. Dengan demikian dalam proses perencanaan, guru bukanlah mempersiapkan
sejumlah materi yang-
7
harus dihafal, akan tetapi merancang sendiri
materi yang harus dipahaminya.
3.
Bertanya (Questioning)
Belajar pada hakikatnya adalah bertanya dan
menjawab pertanyaan. Bertanya dapat dipandang sebagai refleksi dari keingin
tahuan setiap individu, sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan
seseorang dalam berfikir. Dalam proses pembeajaran Contextual Teaching and
Learning, guru tidak menyampaikan info begitu saja, akan tetapi
memancing siswa dapat menemukan sendiri.
4. Masyarakat
Belajar (Learning Community)
Suatu permasalahan tidak mungkin dapat
dipecahkan sendiri, tetapi membutuhkan bantuan orang lain. Konsep masyarakat
belajar dalam Contextual Teaching and Learning menyarankan agar hasil
pembelajaran diperoleh melalui kerjasama dengan orang lain. Hasil belajar dapat
diperoleh dari hasil sharing dengan orang lain, antar teman, antar
kelompok, yang sudah tahu memberi tahu kepada yang belum tahu, yang pernah
memiliki pengalaman membagi pengalamannya dengan orang lain.
5. Pemodelan (Modeling)
Asas modeling adalah proses pembelajaran dengan
memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa. Proses
modeling tidak terbatas dari guru saja, akan tetapi dapat juga guru
memanfaatkan siswa yang dianggap memiliki kemampuan.
6. Refleksi (Reflection)
Refleksi adalah pengendapan pengalaman yang
telah dipelajarai yang dilakukun dengan cara mengurutkan kembali
kejadian-kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya. Dalam
proses pembelajaran Contextual Teaching and Learning, setiap berakhir
proses pembelajaran, guru memberikan kesempatan-
8
kepada siswa untuk “merenung” atau mengingat
kembali apa yang telah dipelajarinya. Biarkan secara bebas siswa menafsirkan
pengalamannya sendiri, sehingga ia dapat menyimpulkan tentang pengalaman
belajarnya.
7. Penilaian Nyata
(Authentic Assessment)
Penilaian nyata adalah proses yang dilakukan
guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan
untuk mengetahui apakah siswa benar-benar belajar atau tidak, apakah pengalaman
belajar siswa memiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangan baik
intelektual maupun mental siswa.
E.
Prinsip-prinsip
CTL
Dengan menerapkan CTL
tanpa disadari pendidik telah mengikuti tiga prinsip ilmiah modern yang
menunjang dan mengatur segala sesuatu di alam semesta, yaitu:
1. Prinsip kesaling-bergantungan
mengajarkan bahwa segala sesuatu di alam semesta saling bergantung dan saling
berhubungan. Dalam CTL prinsip kesaling-bergantungan mengajak para pendidik
untuk mengenali keterkaitan mereka dengan pendidik lainnya, dengan siswa-siswa,
dengan masyarakat dan dengan lingkungan. Prinsip kesaling-bergantungan mengajak
siswa untuk saling bekerjasama, saling mengutarakan pendapat, saling
mendengarkan untuk menemukan persoalan, merancang rencana, dan mencari
pemecahan masalah. Prinsipnya adalah menyatukan pengalaman-pengalaman dari
masing-masing individu untuk mencapai standar akademik yang tinggi.
2. Prinsip diferensiasi
merujuk pada dorongan terus menerus dari alam semesta untuk menghasilkan
keragaman, perbedaan dan keunikan. Dalam CTL prinsip diferensiasi membebaskan
para siswa untuk menjelajahi bakat pribadi, memunculkan cara belajar
masing-masing-
9
individu,
berkembang dengan langkah mereka sendiri. Disini para siswa diajak untuk selalu
kreatif, berpikir kritis guna menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
3. Prinsip pengaturan diri
menyatakan bahwa segala sesuatu diatur, dipertahankan dan disadari oleh diri
sendiri. Prinsip ini mengajak para siswa untuk mengeluarkan seluruh potensinya.
Mereka menerima tanggung jawab atas keputusan dan perilaku sendiri, menilai
alternatif, membuat pilihan, mengembangkan rencana, menganalisis informasi, menciptakan
solusi dan dengan kritis menilai bukti. Selanjutnya dengan interaksi antar
siswa akan diperoleh pengertian baru, pandangan baru sekaligus menemukan minat
pribadi, kekuatan imajinasi, kemampuan mereka dalam bertahan dan keterbatasan
kemampuan.
F.
Pola/Skenario CTL
Pola
/ Skenario Pembelajaran Kontekstual
Untuk
mencapai kompetensi yang sama dengan menggunakan CTL guru melakukan
langkah-langkah pembelajaran seperti di bawah ini.
a. Pendahuluan
1) Guru
menjelaskan kompetensi yang harus dicapai siswa dari proses pembelajaran dan
pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari.
2) Guru
menjelaskan prosedur pembelajaran CTL:
·
Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok
sesuai dengan jumlah siswa;
·
Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan
observasi;
·
Melalui observasi siswa ditugaskan untuk
mencatat berbagai hal yang berkaitan dengan tugas observasinya.
3) Guru
melakukan tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan oleh setiap siswa.
10
b. Inti
Di lapangan
1) Siswa
melakukan observasi sesuai dengan pembagian tugas kelompok.
2) Siswa
mencatat hal-hal yang ditemukan selama observasi sesuai dengan alat observasi
yang telah mereka tentukan sebelumnya.
Di
dalam kelas
1) Siswa
mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai dengan kelompoknya masing-masing.
2) Siswa
melaporkan hasil diskusi.
3) Setiap
kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain.
c. Penutup
1) Dengan
bantuan guru siswa menyimpulkan hasil observasi sesuai dengan indikator hasil
belajar yang harus dicapai.
2) Guru
menugaskan siswa untuk membuat karangan tentang pengalaman belajar mereka
dengan tema sesuai dengan tugas yang telah diberikan.
*Contoh-contoh
pengaitan pembelajaran CTL di kelas
Di
sebuah kelas, pada waktu pelajaran ilmu pengetahuan sosial membahas tentang
pariwisata, siswa diminta untuk membahas potensi pariwisata di wilayahnya
dengan berbagai sudut pandang dan ide-idenya dari mulai potensi daya tarik
obyek wisata, analisis ekonomi, analisis budaya, model promosi serta pola
pengembangannya, sampai membuat brosur perjalanan dan paket wisata.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Contextual Teaching
and Learning (CTL) atau pembelajaran kontekstual
merupakan konsep belajar yang mengaitkan materi yang diajarkan dengan realitas
dunia siswa sehingga siswa dapat membuat hubungan antara pengetahuan yang
dimiliki dengan penerapannya. Pembelajaran bahasa bukan hanya memberikan
pemahaman berupa definisi melainkan siswa dituntut untuk dapat menemukan
pengetahuannya sendiri. Guru harus memiliki strategi yang memacu siswa untuk
dapat berpikir kritis dan kreatif.
B.
Saran
Dalam
pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, maka dari itu penulis
meminta kritik dan saran agar makalah ini dapat digunakan sebaik mungkin dan
dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
11
DAFTAR PUSTAKA
Inangtya,
m 2016, Makalah ctl contextual teaching
and learning, dilihat 8 april 2016,<http://www.academia.edu/11594311/MAKALAH_CTL_Contextual_Teaching_and_Learning>
Amaliah,
r 2015, Makalah contectual teaching and
learning, dilihat 8 april 2016, <https://rizkyamaliah93.wordpress.com/2015/04/17/makalah-contextual-teaching-and-learning/>
Ekocin,
2011, Pembelajaran contextual
teacher and learning (ctl), dilihat 10 april 2016, <https://ekocin.wordpress.com/2011/06/13/pembelajaran-contextual-teacher-and-learning-ctl/>
12
Comments
Post a Comment