Evaluasi Pendidikan: Konversi Skala 11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Proses penilaian adalah suatu proses membandingkan skor
yang diperoleh tiap siswa dengan acuan yang dipakai penilaian atau patokan atau
penilaian aturan normal (PAN atau PAP), yang hasilnya berbentuk nilai dengan skala
0-10 atau A-E dalam proses tersebut dapat dilihat bahwa penskoran adalah pemberian
angka-angka terhadap prestasi seseorang sesudah melaksanakan suatu tugas tertentu.
Setelah selesai pengukuran yang salah satu alatnya biasa disebut tes, barulah dilakukan
perbandingan hasil pengukuran yang berbentuk biji/skor dengan acuan yang di
pakai yang dihasilkan nilai tersebut kita kenal dengan pemberian nilai atau granding
dan nilai mentah tersebut diolah atau diubah menjadi huruf seperti A,B,C,D,E.
Inilah yang disebut konversi.
Dalam pelaksanaan sehari-hari scoring dan granding disatukan
atau tidak mengenal pemisahan pemberian biji/skor sekaligus berarti pemberian nilai.Sebagian
hasilnya ialah bahwa penilaian tersebut tidak
comparable dan penafsiran terhadap nilai yang diberikan dapat berbeda-beda.
Untuk dapat melakukan evaluasi yang lebih memadai maka kedua kegiatan tersebut harus
dipisahkan, artinya granding baru dapat dilaksanakan setelah scoring selesai,
sehingga nilai tiap siswa dapat di bandingkan, penafsiran terhadap nilai sama,sifat
terbuka, dapat terpenuhi, obyektivitas lebih terjamin.
B. RumusanMasalah
1.
Apa yang dimaksud dengan konversi?
2.
Apa yang dimaksud dengan konversi nilai berskala
sebelas ?
3.
Bagaimana langkah-langkah untuk mengubah
skor mentah menjadi nilai berskala sebelas?
C. Tujuan
1.
Untuk mengetahui definisi konversi
2.
Untuk mengetahui definisi konversi nilai
berskala sebelas
3.
Langkah – langkah mengubah skor mentah
menjadi nilai standard skala sebelas
BAB
II
PEMBAHASAN
Konversi
Nilai Berskala 11
1. Pengertian
konversi
Konversi adalah
pengubahan atau pengolahan skor mentah hasil tes belajar menjadi nilai standar.
Skor adalah hasil pekerjaan menyekor (memberikan angka) yang diperoleh dengan
jalan menjumlahkan angka-angka bagi setiap butir item yang oleh testee telah
dijawab dengan betul, dengan memperhitungkan bobot jawaban betulnya. Jika tidak ada kegiatan konversi ini,
maka nilai tidak bisa di interpretasikan. Konversi nilai dapat dilakukan dengan
menggunakan Mean dan SD atau dikenal juga dengan batas lulus Mean (Mean=SD).
Cara yang kedua adalah dengan Mean Ideal dan SD ideal atau Remmers.
Nilai pada
dasarnya adalah angka atau huruf yang melambangkan seberapa jauh atau seberapa
besar kemampuan yang telah ditunjukkan oleh testee terhadap materi atau bahan
yang diteskan, sesuai dengan tujuan instruksional khusus yang telah ditentukan.
2. Pengertian
konversi nilai berskala 11
a.
Pengertian
Nilai berskala
sebelas adalah rentangan nilai standard mulai dari 0 sampai dengan 10.Jadi disini
akan kita dapati sebelas butir nilai standar, yaitu nilai 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6,
7, 8, 9, 10. Di Indonesia
nilai standar berskala sebelas ini umumnya digunakan pada lembaga pendidikan tingkat
dasar dan tingkat menengah.
b.
Pengubahan skor mentah menjadi stanelitu
menggunakan patokan sebagai berikut:
10
M + 2,25 SD
9
M +
1,75 SD
8
M + 1,25 SD
7
M + 0,75
SD
6
M
+ 0,25 SD
5
M
- 0,25 SD
4
M
- 0,75 SD
3
M
– 1,25 SD
2
M
– 1,75 SD
1
M
– 2,25 SD
0
3.
Langkah –
langkah mengubah skor mentah hasil tes menjadi nilai standar Berskala
sebelas
Misalkan dalam
UAS bidang studi Bahasa Inggris yang di ikuti oleh 80 orang siswa
Madrasah Aliyah Negeri, di mana skor maksimum ideal dari
UAS tesebut adalah 100, diperoleh penyebaran frekuensi skor- skor mentah hasil
UAS tersebut sebagai berikut :
Tabel 2.1 Penyebaran
frekuensi skor-skor mentah hasil UAS bidang studi BahasaInggris yang di ikuti
oleh 80 orang siswa Madrasah Aliyah Negeri.
|
Skor mentah
|
Frekuensi
|
|
31-40
|
1
|
|
41-50
|
2
|
|
51-60
|
5
|
|
61-70
|
15
|
|
71-80
|
25
|
|
81-90
|
20
|
|
91-100
|
12
|
|
Jumlah
|
80
= N
|
Skor mentah hasil
tes menjadi nilai standard berskala sebelas (standar eleven = stanel / Eleven
Points Scale)
1. Mencari
(menghitung) nilai rata-rata hitung yang mencerminkan prestasi kelompok dan mencari
(menghitung) deviasi standar yang mencerminkan variasi dari skor-skor mentah
yang berhasil dicapai oleh 80 mahasiswa.
Tabel
2.2 Perhitungan – perhitungan untuk mengetahui besarnya skor
rata-rata hitung dan deviasi standard.
|
SkorMentah
|
Fi
|
xi
|
Ui
|
Ui2
|
Fi.ui
|
Fi.ui2
|
|
31-40
|
1
|
35,5
|
-4
|
16
|
-4
|
16
|
|
41-50
|
2
|
45,5
|
-3
|
9
|
-6
|
18
|
|
51-60
|
5
|
55,5
|
-2
|
4
|
-10
|
20
|
|
61-70
|
15
|
65,5
|
-1
|
1
|
-15
|
15
|
|
71-80
|
25
|
75,5
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
81-90
|
20
|
85,5
|
1
|
1
|
20
|
20
|
|
91-100
|
12
|
95,5
|
2
|
4
|
24
|
48
|
|
Jumlah
|
80 = N
|
|
|
|
∑fi.ui=
9
|
∑Fi.ui2=137
|
Xc = Xt + p ∑fi.ui
80
= 75,5+1,125
=76,625
SB = 
------------------------------- x P
n(n-1)
=
--------------------------- x 10
80(80-1)
=
--------------------------- x10
80(79)
=
--------------------------- x 10
6320
=
x 10
= 1,312x10
=13,12
2. Mengkonversi
skor mentah hasil ujian menjadi nilai standard bersekala 11.
10
M + 2,25 SD=76,625+2,25 (13,12) =76,625 + 29,52
=106,14
9
M + 1,75 SD =
76,625 +1,75 (13,12) = 76,625 + 22,96 = 99,585
8
M + 1,25 SD = 76,625 + 1,25 (13,12) =76,625 + 16,4 =
93,025
7
M + 0,75 SD = 76,625 + 0,75 (13,12) =
76,625 + 9,84 = 86,465
6
M
+ 0,25 SD = 76,625 + 0,25 (13,12) = 76,625 + 3,28 = 79,905
5
M
- 0,25 SD = 76,625 - 0,25 (13,12) = 76,625 – 3,28 = 73,345
4
M
- 0,75 SD = 76,625 - 0,75 (13,12) = 76,625 – 9,84 = 66,785
3
M
– 1,25 SD = 76,625 - 1,25 (13,12) = 76,625 – 16,4 = 60,225
2
M
– 1,75 SD = 76,625 - 1,75 (13,12) = 76,625 – 22,96 = 53,665
1
M
– 2,25 SD=76,625 - 2,25 (13,12) = 76,625 – 29,52 = 47,105
0
4. Membuat
table konversi
|
RANGE
|
NILAI
|
|
106,14
≥
|
10
|
|
106,13
– 99,585
|
9
|
|
99,584
– 93,025
|
8
|
|
93,024
– 86,465
|
7
|
|
86,464
– 79,905
|
6
|
|
79,904
– 73,345
|
5
|
|
73,344
– 66,785
|
4
|
|
66,784
– 60,225
|
3
|
|
60,224
– 53,665
|
2
|
|
53,664
– 47,105
|
1
|
|
47,104
≤
|
0
|
5. Melakukan konversi
skor mentah yang dimiliki oleh masing-masing individu mahasiswa, menjadi nilai
standard bersekala sebelas (stanel). Masing- masing siswa dengan nomor urut 1,
2, 3, 4 dan 5 masing – masing memiliki skor mentah hasil UAS
Bahasa Inggris sebesar 50, 78, 65, 83, dan 92. Dengan berpedoman pada
table konversi diatas, maka nilai staanel yang dapat diberikan kepada kelima siswa
tersebut adalah sebagai berkut :
|
Nomor urut mahasiswa
|
Nilai rata-rata
|
Nilai
stanel
|
|
1
|
50
|
1
|
|
2
|
78
|
5
|
|
3
|
65
|
3
|
|
4
|
83
|
6
|
|
5
|
92
|
7
|
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas
dapat disimpulkan bahwa penilaian itu penting untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan
kita dalam kegiatan belajar mengajar dan untuk mengetahui serta mengukur prestasi
kita sejauh mana. Dalam melakukan sebuah penelitian kita memerlukan proses,
kita harus menyusun serta membuat table distribusi frekuensi untuk memudahkan kita
menilai serta menyekor hasil belajar siswa. Oleh karena itu, guru biasa menyusun
prestasi siswa yang lebih efektif. Terkadang ada sekolah atau universitas yang
menggunakan konversi skala 11, Tetapi kebanyakan sekolah/ universitas
menggunakan konversi skala 5 dikarenakan konversi skala 5 tidak memiliki standar
nilai terlalu tinggi. Jika guru tidak menyekor siswa maka
guru tidak akan bisa mengetahui kemampuan siswa.
B.
Saran
Untuk kedepannya kita sebagai calon pendidik dapat mengetahui
lebih lanjut mengenai istilah yang digunakan dalam penyekoran seperti PAN, PAP
serta cara mengolah skor mentah menjadi huruf atau dikenal dengan istilah konversi.
DAFTAR PUSTAKA
Septiani, Tia 2012. Makalah konversi skala
5,9,11,100, dan skala 0, dilihat 10 Mei 2016, diakses pada 10 April 2012, <http://victoryforpbi-a.blogspot.co.id/2012/04/kelompok-7-konversi-nilai-skala-5-skala.html>
Tiro, Muhammad Arif
2009. Dasar-dasarStatistik. Makassar :Andira Publisher
Evi Lutfiyana et al 2012, Konversi Nilai II (Skala Lima,
Sebelas, Z Skor Dan T Skor), dilihat
11 mei 2016 diakses pada Mei 2012, <http://indigopbi3.blogspot.com/2012/05/kelompok-7-konversi-nilai-ii-skala-lima.html>
Comments
Post a Comment